Koalisi Politik

Rencana koalisi PDIP-Golkar yang dicetuskan lewat pertemuan Medan akhir bulan Juni 2007 lalu memperuncing wacana politik menjelang Pemilu 2009. Rencana ini disambut oleh pembentukan rencana koalisi delapan partai lain. Rencana koalisi PDIP-Golkar menyebutkan tujuan-tujuan bersifat kebangsaan sebagai landasan dasarnya. Namun tidak sedikit yang membacanya sebagai persiapan untuk menghadapi Pemilu 2009, di antaranya “koalisi” delapan partai itu.

Selain itu, rencana koalisi PDIP-Golkar juga banyak dilihat sebagai suatu kesepakatan terbatas di antara elite-elite kedua partai, dan bukan suatu keputusan politik resmi dari partai. Pandangan dikukuhkan oleh berbagai pernyataan para pengurus kedua partai, yang menyatakan bahwa rencana koalisi lebih merupakan ide-ide individu-individu.

Merujuk studi Huan Wang (2005) peneliti dari New York University, di dalam masyarakat kerap terdapat berbagai kerjasama dalam suatu pengelompokan yang tepat (proper subset) dari aktor-aktor – baik berupa kelompok-kelompok sosial (melalui organisasi) atau individu-individu – untuk bertarung menghadapi aktor-aktor lainnya jika terdapat tiga aktor atau lebih. Pengelompokan aktor-aktor itu bisa disebut sebagai koalisi.

Menurut William Riker dalam bukunya The Theory of Political Coalition (1962), koalisi politik dimaknai sebagai:

[…] three-or-more-person game, the main activity of the players is to select not only strategies, but partners. Partners once they become such, then select a strategy.

Pada saat para rekanan (partner) ini bergabung, dan bekerjasama hanya dengan sejumlah aktor lain, dan bertarung menghadapi aktor-aktor lainnya di luar mereka, setiap koalisi pada dasarnya mencari pengaruh langsung di antara aktor-aktor tanpa adanya mediasi yang berbentuk material oleh karenanya bersifat politis.

Jadi suatu koalisi harus menyusun strategi yang sesuai dengan aktivitas para aktor dan partner koalisi. Di sini suatu platform bersama menjadi pijakan suatu koalisi dalam menghadapi aktor-aktor yang menjadi lawan mereka. Jadi koalisi memerlukan adanya  rekan (partner), lawan (adversaries) dan strategi. Koalisi politik tidak didasarkan pada tujuan-tujuan yang bersifat material (mis. uang) melainkan tujuan-tujuan yang bersifat politis.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s