About Daniel Hutagalung

Penikmat musik, filsafat, sejarah, sastra, film, anggur, tenis, sepakbola, seni-rupa, fotografi, Liverpool FC dan nonkrong-kongkow. Pensiun dari semua perkerjaan, hanya ikut serta dalam beberapa kegiatan. Kegiatan sekarang adalah di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D), Institut Riset Sosial dan Ekonomi (Inrise), Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), serta Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia (Center of Terrorism and Social Conflict Studies – CTSCS-UI), sambil berpusing-pusing keliling Depok-Jakarta, itu pun kalau lagi tak malas…. Menggandrungi tema-tema yang berkaitan dengan soal-soal: Analisis Diskursus, Teori-teori Demokrasi dan Ideologi, Teori-teori Negara, Politik dan Teori Politik, Filsafat Politik, Konstruksi Diskursif Antagonisme Sosial, Konstruksi Identitas Politik, Gerakan Sosial, Gramatika Kebebasan dan Kesetaraan dalam Diskursus Politik Kontemporer, Teori Diskursus Pasca-Marxisme, serta Pendekatan Pasca-Struktural Atas Studi Politik. Sekarang ini sedang terjerembab dalam studi-studi yang berkaitan dengan terorisme dan konflik sosial. “All men are intellectuals… but not all men have in society the function of intellectuals”, kutipan dari karya Antonio Gramsci, Selections From Prison Notebooks, itu seakan memberikan pembenaran bahwa kita semua (termasuk saya tentu saja!) adalah kaum intelektual… sekalipun belum menjalankan fungsi sebagai seorang intelektual di dalam masyarakat… :) :p